Sunday, October 3, 2010
A Greater Subtitution
scratched by Wieke Pratiwi published at 7:18 PM 2 responses
TAGS Daddy
Tuesday, June 15, 2010
Me and the D
Dulu, saya sangat khawatir terkena penyakit Diabetes. Alasannya karena saya sadar porsi makan saya cukup banyak dan alm. papa saya mengidap penyakit kronis itu. Sepengetahuan saya, orang yang memiliki keturunan diabetes lebih cepat terserangnya. Karena itulah saya bermaksud untuk menjaga pola makan saya atau setidaknya mengurangi porsi makan, karena dari kecil sampai besar (supaya lebih jelasnya, dari saya TK hingga kuliah) saya sangat dimanjakan oleh mama saya untuk makan yang banyak. Setiap saya selesai makan, pasti mama saya bilang "Lho kok udahan makannya? ayo nambah lagi" (apakah mama kalian juga berkata hal yang sama?) Dan sedikit-sedikit mama saya nawarin makan. Pas saya kecil mungkin saya senang makan yang banyak. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan kerutan di wajah, saya sadar kalau saya ini sudah cukup gemuk dan belum lagi saya ada keturunan diabetes.
Papa saya tergolong yang tidak begitu menyadari pentingnya arti kontrol ke dokter, untuk cek gula darah dan minum obat dan lainnya. Walaupun papa saya rajin olahraga, tapi kalo urusan makan papa saya tidak ingin dibatasi. Alhasil gula darah papa saya sering melewati batas, lebih dari 300 dan kadang hampir mencapai 400.
Pas saya kelas 3 SMA papa pernah pingsan. "Jantungnya ada kelainan" kata dokter. Entah apa ada campur tangan diabetes atau tidak, tapi kalau kata saya sih ada.
Puncaknya itulah, tanggal 25 Desember 2009. Papa sedang jogging sendirian dan pingsan. Karena cukup lama dibiarkan tanpa pertolongan medis, ketika dibawa ke rumah sakit, walaupun sudah dibantu dengan alat kejut dan asupan oksigen, nyawa papa tidak bisa tertolong.
Saking penasarannya, tidak lama sebelum papa meninggal, dengan pulpen pengukur gula darah digital punya papa, saya cek gula darah saya. Saya lupa hasil angkanya berapa, tapi kata papa belum sampai ke diabetes. Tapi nyerempet lah.
Sebetulnya alasan saya menulis ini karena akhir -akhir ini mama sering ngingetin supaya jangan sering-sering makan malam, makan porsinya secukupnya, jangan banyak makan yang manis-manis. Barusan juga mama telpon, di akhirnya mama bilang nasihat-nasihat yang tadi saya sebutkan.
Sedih rasanya. Kenapa? Mungkin karena perbedaan-perbedaan dulu dan sekarang. Dengan sekatnya adalah kepergian alm. papa saya.
Dulu mama saya nyuruh saya makaaan terus. Tapi kalau sekarang.. sangat berbeda.
Kadang saya suka lupa kalau papa sudah pergi. Bahkan saya masih bisa membayangkan papa masih ada di sini. Dan suaranya pun masih bisa terdengar.
Tetapi dengan perbedaan kecil seperti itu, saya semakin sadar, kalau memang alm. papa sudah benar-benar menghadap Allah.
Semoga papa dihapuskan dosa-dosanya dan dibukakan pintu surga oleh Allah. Amin.
scratched by Wieke Pratiwi published at 8:03 PM 0 responses
Tuesday, March 23, 2010
My Love, My Everything
Hari ini tanggal 23 Maret 2010.
Tanggal segitu biasanya almarhum papa saya ulangtahun, dan ga selalu dirayain, dan saya ga selalu ngasih hadiah. Tetapi itu jelaslah sebuah hari yang sangat spesial.
Karena tidak bisa ngasih hadiah langsung ke papa, jadi cukuplah saya menulis di sini. Semua tentang papa saya, bagaimana dia telah menjadi seorang ayah terbaik di dunia ini.
Papa saya sangat suka bercanda
Nampaknya hal tersebut beliau wariskan kepada saya. Saya senang, karena itulah saya tumbuh menjadi seseorang yang sangat menghargai humor
dan mudah tertawa.
dan ada satu cerita, beberapa minggu yang lalu, masih di komplek perumahan saya, tapi lebih di ujungnya, jauh dari rumah saya, ada orang yang mendengar kalau papa sudah meninggal. Lalu dia bilang "ya ampun, bapak yang suka bercanda itu ya? bapak kan orangnya baik sekali, suka membantu.. .."
Saya tidak tahu papa sudah pergi ke mana saja dan kebaikan apa saja yang beliau telah perbuat, tetapi semoga itu menginspirasi supaya menjadi orang yang suka berbuat kebaikan. Semoga semua amal kebaikan papa diterima. Amin..
Golongan darah Papa B
dan golongan darah saya pun B. Jadi mungkin bisa dibilang saya mendapatkan banyak warisan sifat papa.
Papa sangat dermawan
kalau untuk membantu saudara, rekan yang sedang kesulitan, papa nomor satu. Kadang keluarga sampai bilang, liat-liat kondisi dulu kalau mau bantu.
Tapi papa, sesulit apapun kondisi kami, rela dan bersedia membantu.
Papa suka bersosialisasi
Papa mudah bergaul. Mungkin ini sifat yang tidak diturunkan pada saya, lebih tepatnya diturunkan pada kakak saya. Hehe.
Aura papa positif, dan banyak orang suka pada papa walaupun baru sekali bertemu.
Papa saya sangat down to earth
sangat sederhana, dan tidak suka kemewahan.
Papa suka bahasa inggris
Yang ini, papa menurunkan sifatnya kepada saya dan kakak.
Papa entrepeneur sejati
Dari sebelum saya lahir, setahu saya papa tidak pernah bekerja pada orang lain. Mungkin pernah, tapi bisa dihitung dengan jari.
Buka perusahaan, jatuh bangun, buka usaha kecil-kecilan, jual beli mobil, GOR bulutangkis, semuanya papa coba.
Papa saya mudah percaya omongan orang
Dan penyesalan saya adalah, saya yang telah 'talk big' mau masuk kedokteran, perminyakan, segala macam. Seharusnya
saya tidak usah berkata macam-macam. Papa saya berharap banyak pada saya.
Papa saya sangat gigih
Perlu diketahui, papa saya bukan pegawai kantoran. Dari dulu, pekerjaan papa serabutan, cari-cari, buat yang baru. Dan alhamdulillah, kami tidak pernah
kekurangan satu apapun. Untuk ukuran seorang wiraswasta, papa memang hebat. Walaupun saya tahu, tak jarang papa stress memikirkan pengeluaran
dan sangat naif jika saya masih tidak peduli betapa sulitnya mencari sesuap nasi.
Papa saya ganteng, mama saya cantik
Sifat yang satu ini nampaknya sudah dihabiskan oleh kakak saya. Sehingga saya hanya dapat sisanya saja.
Kata orang-orang, saya sangat mirip papa, dan kakak saya mirip mama
" Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal,
1. Shadaqah jariyah,
1. Ilmu yang bermanfaat, atau
1. Anak shaleh yang mendoakannya
–HR Muslim "Semoga Papa dilapangkan dan diterangi kuburnya, dan diberi kemudahan di alam sana.
Bukakanlah pintu surgamu untuk almarhum papa, ya Allah.
Amin.
23 Maret 1963
25 Desember 2009
You are a blessing, you are the greatest dad in the whole world
scratched by Wieke Pratiwi published at 12:17 PM 0 responses
TAGS Daddy