Thursday, July 15, 2010
Badai... akankah berlalu?
scratched by Wieke Pratiwi published at 8:23 AM 0 responses
TAGS monolog
Sunday, July 4, 2010
Kangen Mamaah
Biasalah, anak perantauan kangen rumahnya, kangen orangtuanya. Saya kangeeeen banget rumah :'( pingin nangis, minta dipulangin. Saya mau ketemu emak saya, kasian udah lama ga ditengok :(
scratched by Wieke Pratiwi published at 6:57 PM 0 responses
Tuesday, May 18, 2010
Get well soon Adisti
Harta yang paling berharga.. adalah keluarga *dinyanyikan dengan nada theme song nya Keluarga Cemara
Itu memang betul sekali, tanpa keluarga apalah jadinya kita. Tapi biar gw tambahkan,
Harta yang paling berharga.. adalah keluarga dan kesehatan *nyanyinya rada maksa, tempo dipercepat
Mungkin berkali-kali gw pernah sakit, dari demam berdarah pas kelas 3 SMP ataupun cacar pas kelas 6 SD dan keduanya menjelang ujian akhir , sakit flu biasa, batuk ringan sampe batuk yang parah, sakit hatiPumba, not in front of the kids!, dan macam-macam sakit lainnya.
Pas sakit itu gw sangat menghargai betapa berharganya kesehatan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, pas kembali sehat, malah gak menghargai kesehatan itu sendiri. Ntah karena lupa bagaimana ga enaknya rasa pas sakit itu, atau memang kita kangen sakit. Kayak suka begadang, minum kopi ga kira-kira, makan ga teratur, and so on..
Beberapa hari yang lalu, temen kosan gw yang juga adalah twinsie gw, adis, mulai terserang demam. Badannya panas, tapi karena waktu itu lagi sibuk ujian adis ngira itu gara-gara kecapekan aja. Satu persatu uas dilewati, dengan ga enak badan, hingga akhirnya hari senin (kemarin ini), UAS terakhir, PTI. Dari pagi, sakitnya nambah jadi muntah". Badannya super ga enak, dan dia ga bisa makan -karena begitu ditelan, ga berapa lama langsung muntah. Itu sangat-sangat ga enak, gw yakin. Karena pernah mengalami hal seperti itu. Khawatir sih, mestinya ke rumah sakit, tapi jam 4 sorenya ada UAS PTI itu. Dan ga ada susulan, kalaupun ada pasti ribet.
Sorenya gw, tisa, dan adis ke rs borromeus, ke unit gawat darurat dan adis cek darah. Tiga puluh menit kemudian, hasilnya tiba dan positif demam berdarah, trombositnya udah rendah banget. Pilihannya adalah pulang ke rumahnya (depok) malam itu juga atau ditawarin dokternya buat rawat inap di borromeus. Karena besok masih ada ujian RBL Fisika, jadi adis memutuskan buat pulang ke kosan dulu dan gimana caranya supaya bisa bertahan sampe besok siang.
Ujung-ujungnya, malam itu, adis dibawa ke rs borromeus buat dirawat inap aja, mempertimbangkan trombositnya udah minim. Peduli amat dengan ujian. Yang waktu itu dipikirkan adalah sebuah jiwa yang harus diselamatkan (terdengar lebay, tapi gw serius).
Lalu diantar oleh ibu dan pak kost, kita ke borromeus. Tapi sayangnya pasien udah melonjak, kamar rawat jadi penuh.
Melaju ke Advent, untungnya masih ada kamar kosong.
Akhirnya adis dirawat di advent.
See? Ada saatnya di mana kesehatan udah di ujung tanduk, dan pas itulah kita bilang 'gw ga peduli dengan kuliah.' atau 'masa bodo, yang penting gw harus diselamatkan dulu'.
Pada intinya, dan ujung-ujungnya yang kita prioritaskan adalah kesehatan. Dan gw bersyukur, gw ada di situ untuk mengambil hikmah yang ada, sebelum gw yang ada di posisi adis. Jadi peduli dengan kesehatan, at least untuk makan teratur, rajin minum susu, dan olahraga kalo sempet -jadi pingin jogging kan..-
Begitulah, jadi saya rasa manusia itu harus menghargai apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya,
harta yang paling berharga adalah keluarga. Dan kesehatan :)
scratched by Wieke Pratiwi published at 3:07 PM 0 responses
TAGS monolog
Monday, March 22, 2010
Friday, March 19, 2010
Mimpi Yang Terwujud, Tapi...
Ada orang bijak mengatakan, 'Hati-hati bila berkeinginan. Karena keinginanmu bisa jadi kenyataan.'
Dan itu benar adanya.
Kalau ingin sukses, ya siap-siap aja nanti sukses betulan
Hehe. Amin.
Kenapa saya membahas ini, karena akhir-akhir ini saya bisa dibilang cukup padat jadwalnya. Dan kadang saya tidak tahan untuk tidak menghela nafas atau mengeluh. Maaf, diri saya memang manusia yang lemah yang suka kurang bersyukur.
Saya jadi ingat, ketika masa liburan peralihan SMA ke kuliah, yang libur 2 bulan itu. Saya girang bukan main ketika awal liburan. Sudah memikirkan rencana-rencana indah sampai ngiler. Tetapi kemudian.. Liburan yang saya tunggu" dari 2 tahun silam itu malah berbeda dari yang saya harapkan. Jadwal saya kosong. Teman-teman saya masih sibuk dengan ujian (karena saya sudah dapat tempat berkuliah lewat ujian saringan mandiri 1-red). Tahu kan apa artinya liburan panjang dengan jadwal kosong 
Liburan yang menyenangkan menjelma menjadi kemarau berkepanjangan 


Saya ingin cepat masuk kuliah. Saya ingin mendapat suasana baru. Dan doa saya waktu itu adalah saya ingin mempunyai kesibukan di kuliah supaya tidak ada waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting. Sesibuk-sibuknya. Pokonya saya ingin sibuk 
Dan alhamdulillah doa saya terkabul.
Kadang saya merasa senang karena punya kesibukan. Karena kalau ga ada kerjaan pastilah saya hanya menyepi di kamar. Laptop. Internet. Tidur. Sumpek.
Saya merasa senang karena menjadi sibuk membuka mata saya kalau waktu ini terlalu berharga untuk disia-siakan.
Tetapi kesibukan juga kadang membuat saya berpikir 'alangkah enaknya kalau bisa tidur"an jam segini, tapi ada urusan ini...
' 'Saya mau belajar, tapi ada kegiatan...' walaupun belum tentu kalau saya ada waktu luang saat itu, saya akan tidur atau belajar. Mungkin saya malah akan membuang waktu, malah main atau tidur.
Menjadi sibuk menurut saya adalah karunia untuk seseorang. Tidak ada untungnya jadi orang yang gak ada kegiatan. Mumpung masih muda, masih segar, manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya 
scratched by Wieke Pratiwi published at 9:16 PM 0 responses
Tuesday, March 16, 2010
Self Reminder
tolonglah sadar, mau masuk perminyakan masa belajarnya gini doang.
apalah artinya kebahagiaan 3 bulan dibanding masuk perminyakan.
bisa kan dikorbanin dulu?
toh kalau udah masuk perminyakan, bebas lah mau ngapa-ngapain.
jaket oranye mengkilap itu,
apa mau selama-lamanya jadi mimpi?
jangan selalu berpikir yang instan.
belajar SKS,
baca buku? eh mmm.. ntar dulu, main dulu bentaaar aja
Please wik, cuma 3 bulan. Tiga bulan. Demi kebahagiaan seumur hidup (lebay-red)
Pasti bisa kan? Pasti bisa. Harus bisa.
scratched by Wieke Pratiwi published at 8:01 AM 2 responses

