Akhir-akhir ini hidup gw lagi sibuk banget. Bukannya sok sibuk, tapi memang adanya begitu :p
Sibuk apa emangnya wik?
Satu jawabannya, diklat OSKM.
Mungkin yang non-ITB ga percaya kalo gw sibuk gara" itu doang (bukan ga percaya, tapi lebih ke ga peduli mungkin. hehe). Tapi percayalah saudara setanah air, hanya hal itu yang membuat saya kurang tidur dan agak sibuk.
Apa sih itu OSKM? Buat gambaran untuk orang awam nih, tiap tahun biasanya KM ITB (Keluarga Mahasiswa-ibaratnya OSIS-nya ITB) ngadain kegiatan penerimaan mahasiswa baru. Meliputi seminar, bentuk kelompok, dikasih tugas, dan bukan ospek kuliah yang mengerikan seperti yang pernah kalian dengar.
Nah! OSKM ini adalah nama kegiatan sejenis itu untuk tahun 2010 ini. Kalo tahun 2009 kemarin namanya PROKM. Tahun 2008 namanya INKM. begituu :)
Di kegiatan OSKM ini, sebetulnya kalo boleh jujur sih para panitianya (angkatan 2009) yang dikaderisasi, bukan mahasiswa barunya. Lho kok bisa? Silakan dipikirkan.
Panitia lapangan terbagi atas tiga divisi, yaitu Taplok (tata kelompok, yang menemani adik" 2010 sesuai kelompoknya), Medik (petugas pertolongan pertama untuk para 2010 yang tumbang akibat kegiatan di daerah kampus yang padat dan mobilisasi tinggi, dan yang terakhir adalah Keamanan (sesuai namanya, divisi ini bertugas menjaga keamanan) kegiatan. Masing-masing divisi akan mengadakan diklat sesuai kebutuhan dan tugas masing-masing.
Beberapa minggu yang lalu, berdasarkan kehadiran dan poin individu di diklat terpusat OSKM, kami" ini para calon panitia lapangan, dibagi ke tiga divisi tersebut. Hasilnya berdasarkan pilihan kita, dan kalau divisi itu sudah penuh, pakai pertimbangan poin individu.
Saya pribadi mencantumkan Medik di pilihan pertama. Walaupun pas di pembagian pita, saya dapat pita biru (untuk Taplok) dan sempat mengikuti diklat perdana divisi Taplok, tapi ternyata pita birunya salah orang. Saya masuk ke divisi Medik-pita putih-
Diklat divisi Medik itu bisa dibilang seru, tentang pertolongan pertama, tandu, dan segala macam. Kemudian mata saya terbuka, bahwa medik tidak sekedar mengolesi b*tadine ke luka korban yang jatuh, tapi pertolongan medik meliputi cek nafas, cek apa ada bagian tubuh yang salah, proses evakuasi korban yang benar, dan pertolongan pertama dengan langkah detail. Salah-salah korban bisa tambah parah.
Tugas medik itu berat, sangat berat saya akui. Panitia Medik yang berjumlah 100 orang harus menjaga 3400 mahasiswa baru, harus menangani yang sakit, yang pingsan.
Siapa yang berani bilang itu tugas mudah?
Diklat Medik, seperti diklat divisi lainnya, Taplok dan Keamanan, sama capeknya dan sama sibuknya.
Tapi yang membuat tambah capek sepertinya diklat perangkat Medik (beda sama diklat Medik biasa), itu untuk para Medik yang ingin berkontribusi lebih. Biasanya diklat perangkat diadakan hampir tiap hari. Kalau ada diklat terpusat di pagi dan siangnya, diklat perangkat diadakan sore hari sampai malamnya.
Daya tahan tubuh diuji di sini. Saya menemukan bahwa minum susu memang cara yang lumayan ampuh untuk memperkokoh imunitas, supaya gak gampang tumbang.
Yah, sekarang mengerti kan mengapa satu hal ini membuat sibuk setengah mati? :)
Semangat Medik! Semangat Keamanan! Semangat Taplok!
Semangat OSKM 2010!
0 responses:
Post a Comment